Mengikuti amanat UU Guru & Dosen, sebagai pengajar saya harus menjalani Sertifikasi Dosen. Salah satu ujian yang harus ditempuh adalah TKBI (Tes Kemampuan Bahasa Inggris) atau TOEP, dan TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik). Tepat akhir bulan Februari 2019 saya menjalani tes ini, dan Alhamdulillah skor saya lumayan bagus. Untuk TKBI dapat 63, dan TKDA rata-rata skor 70. Bagaimana bisa dapat skor demikian? Apakah saya belajar sungguh-seungguh sebelumnya? Yuk ikuti artikel ini.
Sejujurnya untuk TOEP saya baru pertama kali ikut tes ini. Bahkan tadinya ingin ikut TOEFL tapi gagal karena masalah waktu. Sedangkan ujian mirip-mirip TKDA sudah sering saya ikuti.
Berbicara persiapan. Sebenarnya secara ideal tes ini harus didasari “kebiasaan” kita sebelum-sebelumnya. TKBI akan baik jika sebelumnya kita terbiasa mendengar percakapan bahasa inggris (dalam film, ceramah, dsb) dan TKDA akan mencapai hasil baik jika memiliki kebiasaan yang mengasah kecerdasan verbal (mempelajari bahasa lisan & tulisan), kecerdasan numerika (mempelajari ilmu hitung-hitungan dasar) dan kecerdasan figural (mempelajari ilmu-ilmu geometri, geografi, dsb).
Tapi Anda jangan menyerah, karena hal tersebut tidak mutlak menjamin kelulusan. Ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalani tes ini.
Tahap Persiapan
Satu hal penting yang perlu Anda pelajari adalah mencari informasi tentang “Tips & Trick” dalam pengerjaan soal TKBI/TKDA. Dengan mempelajari Tips & Trick Anda akan mendapatkan informasi berguna seperti: bentuk soal, jumlah soal, alokasi waktu, dan sebagainya. Informasi mengenai hal ini banyak ditemukan di internet.
Yang perlu Anda pelajari selanjutnya adalah cara mengerjakan soal dengan cepat dan tepat. Kenapa cepat? karena kita dibatasi waktu yang tidak lama. Kenapa tepat? tentu saja supaya mendapat skor maksimal.
Hal penting lainnya, jangan belajar apapun dalam 1×24 jam. Beri kesempatan otak kita secara fisik “siap” mengerjakan soal. Perbanyak melakukan aktivitas yang mengasah “otak kanan” seperti main musik, mendengar lagu, menonton film, atau bermain games yang mudah. Perbanyak berfikir positif, tidak julid, tersenyum dengan orang lain, tidak menggunjing orang lain. Pokoknya dibawa happy saja.
Jika Anda tinggal di kota yang padat dan macet (seperti Jakarta), sebaiknya meninjau lokasi H-1. Jika menggunakan kendaraan sendiri, pastikan dalam kondisi yang sehat agar tidak mogok di jalan. Jika lokasi di luar kota, pastikan tiket PP jangan terlalu mepet dengan pelaksanaan, supaya kita benar-bernar konsentrasi pada ujian. Sebaiknya tiket pulang pesawat dibooking H+1 ujian.
Belajar sedikit-sedikit tentang hardware komputer. Pelajari bagaimana mengatur kualitas audio pada headphones. Pada TKBI skor kita sangat tergantung oleh headphones.
Tahap Pelaksanaan
Ada saran klise tapi sering dilupakan, yaitu sampai di lokasi 1 jam sebelumnya. Lokasi ujian biasanya ada di tempat yang baru pertama kali kita datangi. Sebelum tes dimulai ada saja aktivitas yang membutuhkan waktu, seperti macet, mencari tempat parkir, mencari gedung ujian, membeli minuman, makan siang (jika jadwal setelah makan siang), dan hal-hal lain yang tidak bisa diprediksi. Waktu 1 jam sangat cukup untuk mengatasi hal ini.
Saat masuk kelas, cari tempat duduk yang agak “tenang”. Biasanya ada saja peserta yang tidak mematuhi tata krama selama ujian atau berbicara dengan teman di sampingnya sehingga mengganggu. Jangan duduk di meja dengan pencahayaan yang mengganggu. Misalnya layar komputer terkena langsung sinar matahari, lampu neon berkedip-kedip, berhadapan langsung dengan sinar matahari.
Sebelum memulai TKBI ada baiknya Anda mencoba kualitas audio headphones. Anda bisa menyetel lagu secara online di Youtube misalnya. Atur volume dan kejernihan suara dengan aplikasi yang ada.
Jangan ragu-ragu bertanya kepada petugas jika ada hal-hal yang akan mengganggu pelaksanaan tes. Tes kembali mouse, keyboard, monitor apakah dalam keadaan baik.
Jangan lupa Absensi !!
Saat TKBI Berlangsung
Soal TKBI ada 100 (50 listening + 50 Reading). Soal listening tidak bisa diulang, sedangkan soal reading bisa diulang. Untuk itu perlu strategi jitu.
Untuk soal listening ada beberapa tipe dari yang mudah hingga sulit. Urutannya adalah kita mendengar percakapan, lalu layar komputer akan menampilkan soal dan pilihan jawaban, kemudian kita diberi waktu 10 detik untuk memilih jawaban. Nah pada saat pertanyaan dilontarkan sebaiknya kita langsung membaca pilihan jawaban. Jika dari 4 jawaban ada satu jawaban yang memiliki pola berbeda, maka biasanya itulah jawabannya. Dalam mendengarkan percakapan, sebaiknya menghafal keyword dari percakapan tersebut.
Untuk soal reading, sebaiknya jangan membaca “cerita/kasus/artikel” dari A sampai Z dan berusaha menerjemahkan, karena hal ini akan membuang waktu. Cara yang sebaiknya dilakukan adalan (1) membaca kalimat awal dan akhir pada paragraf untuk mendapat gari besar cerita. Jika ada kata yang menggunakan huruf besar, boleh dibaca untuk sekedar mengingatkan; (2) langsung membaca pilihan jawaban, perhatikan pola pilihan jawaban; (3) baca soalnya untuk memastikan pilihan jawaban; (4) jangan ragu-ragu untuk memilih jawaban yang dianggap benar. Intinya Anda jangan terjebak atau menghabiskan waktu hanya untuk membaca artikel dari A s/d Z. (Ingat, soal reading bisa diulang, sehingga ada waktu untuk memperbaiki). Pengisian jawaban dengan cara tersebut akan menghemat waktu, sehingga kita bisa memanfaatkan waktu tersisa untuk membaca kembali artikel dan memilih jawaban atau mengoreksi jawaban yangsudah dipilih.
Saat TKDA berlangsung
Seperti dijelaskan di atas, untuk mendapatkan hasil baik skor TKDA mau tidak mau Anda harus mempelajari ilmu dasar dalam kemampuan verbal, numerikal, dan figural. Kebetulan sebagian besar dipelajari pada ilmu matematika dasar. Ada baiknya Anda membuka kembali dasar-dasar ilmu aljabar linier, probabilitas, logika, deret, ruang bangun, persamaan sederhana, dsb. Contoh soal-soal TKDA banyak tersedia dalam bentuk buku atau CD.
Selamat mencoba dan selamat berjuang.